06 Agustus 2008

- Last Update Before 'D' Day


Meeting terakhir kami dengan seluruh vendor di gedung resepsi.
Sekaligus pertemuan terakhir kedua pengantin. Ceritanya dipingit nih, gak boleh ketemu lagi sampe akad nikah. Hehehe. Ortu udah gregetan, karena kita masiiih aja ketemuan sampai hari ini. Biasa masih banyak yg harus diselesein. Btw, ini update terakhir sebelum rangkaian acara pernikahan kami dimulai. Minta do'anya ya supaya semua berjalan lancar dan sesuai harapan. Insya Allah. Aamin.


04 Agustus 2008

- Undangan Via Email


Ini undangan versi imelnye. Yang belum dapet atawa belum sempet terkirim, bisa mengunduh di sini :




02 Agustus 2008

- Rapat-rapat dan Technical Meeting


Hari semakin dekat. Rapat-rapat semakin rapet. Technical meeting makin sering.
Kalo gini suka senewan sendiri, karena takut ada yg kurang & belum kepikiran. Soalnya sering terjadi perubahan2x mendadak yang bukan diberitahu jauh-jauh hari. Duh..

29 Juli 2008

- Fotografi


Terima kasih untuk Bro Rico dan Mas Eko yang sudah membantu membuat prewedding untuk kami. Bagaimana hasilnya ? Nanti liat ya di resepsi kami.


Untuk berhemat, dalam rangkaian acara pernikahan kami, Gito pakai jasa teman-temannya saja yang memang sudah sangat berpengalaman dan sekarang tergabung dalam Gitonov Photography. Insya Allah hasilnya bisa lebih baik dari perusahaan-perusahaan fotografi yang ada sekarang ini.

28 Juli 2008

- Musik


Di resepsi bakalan ada wedding band yang keren banget. Tiyo, temen Andro yang kita pilih sebagai band yang mengiringi musik di resepsi. Mereka akan membawakan lagu2 wedding yang romantic dan mellow. Ayoooo siapa yang mau menyumbang suara silahkan request langsung ke Tiyo cs.

Tapii.. pasti kami mengharapkan juga sumbangan lagu dari salah satu band papan atas, yang Insya Allah akan datang sebagai undangan kehormatan. Siapa mereka ? Dateng aja dulu ya. :p

26 Juli 2008

- Upacara Adat


Prosesi Jawa di rumah, kita percayakan sepenuhnya ke Bu Djoko, sang perias pengantin. Mulai dari siraman, dodol dawet, kerik rambut, midodareni, akad dan panggih. Karena keterbatasan waktu, ada beberapa prosesi yang terpaksa di-cut, karena jam 11.30 para pria harus sudah berangkat Jum'atan. Namun mudah-mudahan tidak mengurangi kekhidmatan upacara.

Untuk di resepsi sendiri kita juga menyerahkan sepenuhnya ke tante Djus. Seperti biasa, prosesi di adat Minang dibuka dengan Tari Gelombang, dan Tari Piring.

Acara-acara ini dirancang sedemikian rupa sehingga terkesan padat tanpa kehilangan maknanya. Oleh karena itu para undangan diharapkan datang tepat pada waktunya.

25 Juli 2008

- Souvenir


Souvenir…hmm.. banyak souvenir yang musti kita sediakan. Dari mulai pengajian, siraman, akad dan resepsi. Untuk souvenir pengajian, siraman dan akad kita menemukan yang bagus di pasar souvenir, dan tentunya dengan harga terjangkau. Untuk resepsi kita pesan bersamaan dengan undangan, supaya bisa satu tema. Oiya, untuk souvenir siraman, kita dapet sumbangan dari Lek Cicik…. Makasih ya Lek Cicik…

22 Juli 2008

- Seragam


Seragam keluarga kandung semua kita provide supaya kembaran dan cantik. Find out by yourself in the our wedding reception deh!! Kiki, sepupu dira ikut berpartisipasi dalam pengadaan seragam tante & sepupu pihak dira. thank's to Kiki & Fadi

21 Juli 2008

- Baju Adat


Untuk acara siraman, midodareni dan akad Dira jahit kebaya di 2 tempat. Untuk siraman dan midodareni di Supit - penjahit langganan keluarga yang udah terpercaya, untuk akad yang full payet Dira jahit di tante Isye (Manise) di Asem Baris. Dira udah pernah jahit beberapa kali disitu dan selalu sukses. Emang sih gak murah tapi worthy kok!! Dan kemarin Dira udah fitting terahir kebaya akadnya… cantiiiiik banget kebayanya..tentu juga Diranya dong..  Beskap Gito sendiri kita sewa ke perias, Bu Djoko.

Untuk busana Koto Gadang, kita menyerahkan ke Uni Ida untuk mencarikan. Ada 2 pilihan untuk busana pria Koto Gadang. Masing2x sangat berbeda satu dengan lainnya. Yang manakah yang akan dipakai Gito pada saat resepsi nanti ? Temukan jawabannya di acara resepsi !

20 Juli 2008

- Cincin


Gak lain dan gak bukan dimana lagi kalo gak Frank&Co? Apa sih? Iklan bener! Bukan begitu, sebenernya kita udah muter2x cari cincin kawin yg ok. Tapi berdasarkan rekomendasi dan denger sana-sini. Frank&Co lumayan bisa dipercaya dan pelayanannya juga lumayan kumplit. Ditambah lagi pengalaman Nong & Mas One yg juga beli di sana. Ya udah, akhirnya dapet yg kita pengenin.

12 Juli 2008

- Dekorasi


Kita sempet diskusi beberapa kali adat apa yang akan kita pakai. Secara kita berasal dari 3 adat yang berbeda. Dira itu Jawa-Padang, sedangkan Gito Jawa-Sunda. Setelah mikir2, Tanya sana sini… akhirnya kita memutuskan untuk prosesi akad di rumah kita memakai adat Jawa dan untuk di gedung kita memakai adat Minang Koto Gadang. Kita memilih Koto Gadang karena adat Jawa dan Sunda mungkin udah biasa banget ya.. kita mau terlihat beda, dan Koto Gadang memang berbeda dari adat Minang lainnya. Boleh diliat sendiri deh nanti…. Pasti ok!!
Untuk urusan pelaminan dan dekorasi kita menyerahkan ke ahlinya. Pilihan kita tante Djusmasri. Beliau punya asesoris2 koto gadang yang jarang dipunyai oleh penyedia dekorasi lainnya. Untuk tema dan warna… kita memilih nuansa gold and orange… pasti rame deh ntar..full colour…

- Katering


Kira2 udah sekitar 10 catering kita cobain…heheheh nyari test foodnya terus neh, akhirnya pilihan kita jatuh ke KIKI catering. Selain udah test food, kita juga dapet rekomendasi dari beberapa gedung yang kita datangi untuk memakai kiki. Rasa enak dengan harga terjangkau. Mudah2an makanannya berkenan di hati semua tamu yang datang dan tentunya cukup!!

11 Juli 2008

- Undangan


Masalah undangan kita sempet beda pendapat… Dira pengen gini Gito pengen gitu.. rencana awal sih kita pengen design sendiri.. dengan undangan warna putih yang brarti suci. Tapi kita running out of time… so, setelah jalan ke pasar Tebet Barat akhirnya kita menemukan satu undangan yang kita inginkan. Tapi tidak secepat itu. Hampir seluruh pojok pasar kita ubek2x dulu untuk mendapatkan desain serta harga yang spesial tentunya.

10 Juli 2008

- Gedung


Disinilah kita mulai ’rusuh’. Tanggal yang emang banyak diiincer pasangan tahun ini, menyebabkan hampir semua gedung baik ’full booked’. Semula kami memesan tempat di Persada Halim. Tetapi karena dapetnya hari Sabtu siang, kami mulai berpikir2x kembali. Karena walaupun tempatnya berdekatan dengan kolam renang, pada siang hari udaranya sangat panas dan menyilaukan. Alhamdulillah, kami mendapatkan tempat yang baik. Yaitu di Gedung Makarti, kampus Lembaga Administrasi Negara, Pejompongan. Tempatnya sangat baik, gedungnya baru, lahan parkir luas. Cukup representatif lah kalo kata orang Sunda. Ini ada peta lokasi menuju ke sana. Insya Allah gak nyasar2x deh.

20 Juni 2008

- Lamaran


Gudang Peluru, 9 Maret 2008. Lamaran berhasil dilangsungkan dengan ramai. Hampir 30 orang dari keluarga Gito dan 50 orang dari keluarga Dira hadir. Semua tumplek-blek berbaur jadi satu. Seru juga ternyata. Ayahanda dan kakak dari Gito yang pada pagi harinya tidak enak badan, alhamdulillah pada saat acara berlangsung membaik dan menjadi fit kembali. Setelah acara inti, dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan siang dengan masakan khas Koto Gadang : Bebek Cabe Hijau, Gulai Dengkul Sapi dan Daging Padeh. Dan tidak lupa, salah satu sumbangan dari Dan tidak lupa, salah satu sumbangan dari Mas Eko kakak ipar Dira, organ tunggal ! Saudara2x Gito yang gak betah kalo denger lagu Poco-poco minta tambah lagu untuk mengiringi joged2xnya yang kadung asik.

15 Juni 2008

- Will U Marry Me ?


Akhirnya setelah setahun jalan bareng, pede-
kate, mengenal satu sama lain dan keluarga, pada tanggal 5 Maret di CafĂ© Cartel Sarinah Thamrin Gito melamar Dira. Ucapan “Indira Laksmi, binti Mochammad Sidarta, Will U Marry Me ?” Gito ucapkan sembari memberikan sebuah kotak berisi sebuah jam tangan pada Dira. Rada kurang aci sih, karena acara lamaran sudah ditetapkan, yaitu 3 hari lagi ! Tapi dari pada nggak kan ? Ternyata Dira cukup surprise juga. Liat aja sama foto tersapu2xnya dia.

10 Juni 2008

- Pertemuan keluarga pertama kali


Setahun kemudian. Ulang tahun Andro, 19 Januari 2008 dijadikan moment untuk kedua keluarga saling bertemu. Walau tidak seluruh keluarga bisa datang karena sakit, tetapi moment ini sudah menunjukan keseriusan kami untuk membina hubungan ke tahap lebih lanjut.

04 Juni 2008

- 1st time we met


Setelah berkali2x gagal untuk saling bertemu, akhirnya kami punya kesempatan ketemuan juga. Eaton Automall SCDB, Maret 2007 adalah saat dimana kita pertama kali bertemu setelah sekitar ampir setahun kita berhubungan hanya lewat ceting dan telpon2an. Di sini pertama kali Gito memotret Dira, walau Cuma lewat henpon.

03 Juni 2008

- Gimana kita kenalan


Thanks to our friend Benny Giantara who introduced Us….
Benny adalah temen kuliah Gito saat di Gunadarma. Dan saat sudah bekerja, dia kebetulan adalah temen Dira di perusahaan yang sama. Kami memulai perkenalan setelah Benny memberikan nick kami berdua kepada kami di Yahoo Messenger (Thanx too for YM !). Lalu pendekatan diteruskan dengan chatting di internet via YM. Dari yang sekedar basa basi, kemudian mulai cukup intens dan akhirnya pada tahap dimana tiada hari tanpa saling chat

02 Juni 2008

- Tentang Kami


Nama kami Indira Laksmi, kerap dipanggil Dira, dan Gito B. Novianto yang cukup dipanggil Gito aja. Kami coba memperkenalken diri masing-masih yah.

Nama gue Indira Laksmi biasanya dipanggil Dira atau Fay (khusus anak2 Nidjiholics). Tinggal di daerah Gudang Peluru, Tebet. Anak ke 3 dari 4 bersaudara. Bokap gue Mochamad Sidarta Reksoatmodjo (Alm) asli dari Jawa Timur dan nyokap gue Djusmeati asli orang Sumatra Barat tepatnya Koto Gadang.

Gue punya 2 kakak perempuan dan satu adik laki. Kakak gue yang pertama udah punya 3 boys. Kakak gue yang kedua udah punya 2 cute little girls. Nah 9 tahun di bawah gue ada adek gue, laki2 satu2nya namanya M. Andro Regantoro. Gue jarang banget ketemu adek gue yang satu ini, seminggu sekali juga udah bagus, secara dia udah sibuk dengan Nidjinya. (Andro adalah Bassist Grup Nidji.red)

Nama saya Gito Bagia Novianto, Anak ke 2 dari 4 bersaudara. Bapak saya, Soenarto berdarah Jawa, tapi lahir dan lama di Bandung sehingga lebih kental Sunda-nya. Yang asik tuh, tanpa kita berdua sangka bapak saya ini ternyata adalah temen almarhum ayahanda dari Dira, saat bekerja di Pemda DKI. Sayangnya saya tidak sempat mengenal ayahanda Dira hingga beliau mangkat.

Kemudian, ibu saya, Ati Sidik adalah kakak tertua di garis saudaranya. Asalnya dari Bogor, sehingga memang sangat kental Sunda-Nya.

Dari kakak yg pertama, saya udah punya ponakan 2 laki2x yg lincah dan lucu. Dari adik yang pertama, sayah udah punya ponakan cewe yang cuantik dan ngangeni.

Terakhir, adik saya ce satu2xnya baruu aja nikah tanggal 1 Juni kemaren.

01 Juni 2008

* Rangkaian Acara *


Kamis, 7 Agustus 2008
Pengajian, Siraman dan Midodareni
di Gudang Peluru

Jum'at, 8 Agustus 2008
Pukul 08.00 - 11.30 WIB
Akad Nikah dan Prosesi Adat
di Gudang Peluru

Sabtu, 9 Agustus 2008
Pukul 19.00 - 21.00 WIB
Resepsi Pernikahan
Kampus Lembaga Administrasi Negara
Jl. Administrasi Negara II
Pejompongan Jakarta Pusat